KLATEN – Polres Klaten bekerja sama dengan Mafindo menggelar Training of Trainer (TOT) AI Ready ASEAN di Aula Satya Haprabu Polres Klaten dengan melibatkan 100 siswa SMA se-Kabupaten Klaten sebagai peserta terpilih, Kamis (25/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program AI Ready ASEAN yang bertujuan membangun literasi kecerdasan artifisial (AI), etika digital, serta ketahanan terhadap hoaks dan disinformasi di kalangan generasi muda.
Program AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang dilaksanakan di 10 negara Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini bermitra dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), termasuk Mafindo, dengan target menjangkau jutaan masyarakat melalui pelatihan literasi AI secara berkelanjutan .
Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi, S.H., S.I.K., M.Si. dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari strategi membangun ketahanan digital masyarakat, khususnya generasi muda .
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pengetahuan teknis, melainkan bagian dari strategi membangun ketahanan digital masyarakat. Peserta yang hadir hari ini adalah 100 siswa terpilih yang nantinya diharapkan menjadi trainer bagi teman-temannya di sekolah masing-masing,” ujar AKBP Moh. Faruk Rozi.
Ia menambahkan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial yang sangat cepat membawa tantangan baru, seperti disinformasi, manipulasi konten digital, hingga penipuan berbasis teknologi. Oleh karena itu, literasi digital yang kuat menjadi kebutuhan mendesak.
“Jika kita tidak memiliki literasi digital yang baik, kita akan mudah terpengaruh dan terprovokasi. Program ini dirancang agar peserta tidak berhenti sebagai peserta semata, tetapi mampu menciptakan efek berantai positif dalam membangun ekosistem literasi AI di lingkungan pendidikan,” tegasnya.
Kapolres juga menekankan bahwa Polres Klaten berkomitmen mendukung penuh program ini agar tidak berhenti pada tataran seremoni, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi pelajar dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar memberikan output dan outcome yang nyata. Bukan hanya pelatihan satu hari, tetapi melahirkan duta literasi AI dan meningkatkan kesadaran kritis pelajar terhadap hoaks dan disinformasi,” lanjut Kapolres.
Sementara itu, perwakilan Mafindo sekaligus PIC pelatihan, Eulina, menjelaskan bahwa 100 siswa yang mengikuti pelatihan merupakan peserta pertama di Kabupaten Klaten dalam implementasi AI Ready ASEAN .
“Kawan-kawan yang hadir hari ini adalah 100 siswa pertama di Kabupaten Klaten yang mengikuti implementasi AI Ready ASEAN. Ini kesempatan yang sangat berharga, dan kami berharap setelah pelatihan ini mereka dapat menjadi agen literasi digital di sekolah masing-masing,” ujar Eulina.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru, orang tua, dan master trainer, dengan modul yang mencakup dasar AI, penggunaan dan implementasi AI, etika serta privasi, hingga metode mengajar tentang AI .
Pelatihan ini juga dilengkapi dengan akses Learning Management System (LMS) yang memungkinkan peserta mengakses materi secara fleksibel dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, literasi AI diharapkan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan menjadi gerakan berkesinambungan di lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan TOT AI Ready ASEAN ini, Polres Klaten menegaskan peran aktifnya dalam mendukung transformasi digital yang aman, etis, dan bertanggung jawab. Program ini sekaligus menjadi langkah strategis membekali generasi muda agar siap menghadapi masa depan di era kecerdasan artifisial dengan sikap kritis, bijak, dan berintegritas.



