KLATEN — Menjelang Idul Adha 2026, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Jatinom, Kabupaten Klaten, mulai meningkat. Untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi SH SIK MSi bersama jajaran melaksanakan patroli dan pemantauan di kawasan pasar hewan, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur Polres Klaten, Kodim, Dinas Peternakan Kabupaten Klaten, serta petugas UPT Puskeswan Jatinom. Selain memantau situasi keamanan, aparat juga melakukan antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas yang kerap meningkat saat transaksi jual beli hewan kurban ramai dilakukan secara tunai.
Kapolres Klaten AKBP Moh Faruk Rozi SH SIK MSi mengatakan, kehadiran aparat kepolisian di pasar hewan bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melakukan transaksi jual beli hewan kurban.
“Betul sekali kehadiran kami di sini selain mendampingi peternakan maupun petugas UPT Puskeswan Jatinom juga ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kami hadir di sini untuk melaksanakan pengamanan. Karena memang ketika menjelang Idul Adha itu pasti transaksi di pasar hewan ini akan meningkat.” AKBP Moh Faruk Rozi SH SIK MSi.
Menurut Kapolres, meningkatnya aktivitas perdagangan hewan kurban juga diikuti potensi gangguan keamanan seperti pencurian ternak, tindak kriminalitas, hingga peredaran uang palsu. Karena itu, pihaknya menyiapkan patroli rutin di sekitar kawasan pasar hewan.
“Menjelang pelaksanaan Idul Adha itu aktivitas jual-beli hewan kurban di pasar pasti tinggi. Jadi tolong masyarakat berhati-hati khususnya ketika mau bertransaksi. Rata-rata masyarakat yang membeli hewan kurban ini menggunakan transaksi secara cash.”
Kapolres juga mengingatkan pedagang maupun pembeli untuk lebih waspada saat membawa uang tunai dalam jumlah besar dan tidak lengah ketika berada di area parkir maupun lingkungan pasar.
“Kalau mau pakai cash itu kan uangnya dibawa ke mana-mana. Jadi hati-hati dan juga hati-hati potensi uang palsu. Dicek ya, takutnya mungkin tidak semuanya tapi ada beberapa dari total yang mereka bayar itu berpotensi (ada uang palsunya).”
Selain itu, polisi juga mengantisipasi potensi pencurian hewan ternak yang rawan terjadi menjelang Idul Adha karena tingginya nilai transaksi jual beli sapi maupun kambing.
“Kami himbau kepada masyarakat untuk hati-hati kemudian waspada dan kami pastikan kalau memang terjadi pencurian hewan ternak kami akan melakukan tindakan tegas sesuai prosedur kepada pelaku.”
Sementara itu, drh. Ana Widya Sari dari UPT Puskeswan Jatinom menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dari hasil pemeriksaan sementara, sapi yang masuk ke Pasar Hewan Jatinom dalam kondisi sehat.
“Untuk penyakit PMK saat ini tidak ada di Pasar Hewan Jatinom. Sapi-sapi yang masuk sudah kami periksa dari ciri fisik, mulut, hidung, dan tidak ditemukan gejala seperti pincang, demam, maupun air liur berlebihan,” drh. Ana Widya Sari.
Ia juga mengimbau pedagang agar tidak membawa hewan yang sakit ke pasar karena berpotensi menularkan penyakit kepada hewan lain.
“Himbauannya untuk pedagang-pedagang yang masuk ke Pasar Hewan Jatinom diusahakan sapi yang sakit jangan dibawa ke pasar karena akan mengakibatkan penularan di Pasar Hewan Jatinom,”



