KLATEN – Semangat kasih dan kedamaian menjadi pesan utama dalam kegiatan Minggu Kasih yang digelar Polresta Klaten di Gereja Maria Assumpta Klaten. Mengangkat tema perkelahian pelajar, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat sekaligus mengajak keluarga dan generasi muda membangun lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.15 WIB di Gereja Maria Assumpta, Jalan Andalas Nomor 24 Sikenong, Kelurahan Kabupaten, Kecamatan Klaten Tengah, diawali dengan perayaan Misa yang dipimpin Romo Yoseph Christanto, Pr., Romo Projo Keuskupan Agung Semarang, dengan tema “Kudus karena Kasih, Bahagia karena Iman”. Kapolresta Klaten Kombes Pol. Ari Cahya Nugraha, S.H., S.I.K., M.Si., hadir bersama sejumlah pejabat utama Polresta Klaten dan Dewan Paroki, sebagai wujud kedekatan Polri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan dialogis.
Dalam sambutannya, Kapolresta Klaten mengajak para orang tua untuk menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah perkelahian pelajar. Ia mengingatkan bahwa tawuran tidak hanya menimbulkan luka bagi korban, tetapi juga meninggalkan kesedihan dan dampak bagi keluarga pelaku. Perhatian terhadap pergaulan anak, komunikasi yang terbuka, serta pendampingan dalam menggunakan media sosial menjadi langkah penting untuk mencegah kenakalan remaja sejak dini.
Kasi Humas Polresta Klaten AKP Edi Nugroho, S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan bahwa Minggu Kasih merupakan sarana membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat melalui kepedulian terhadap persoalan sosial. Menurutnya, pencegahan perkelahian pelajar membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, terutama keluarga yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak.
“Melalui Minggu Kasih, kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan kepedulian terhadap generasi muda. Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak, memahami lingkungan pergaulannya, serta menanamkan nilai kasih, toleransi, dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan.”
Ia menambahkan, Polresta Klaten terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif melalui patroli di titik-titik rawan serta pembinaan kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Klaten juga menyosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian yang dapat diakses secara gratis. Polresta Klaten menargetkan petugas tiba di lokasi pelapor paling lama 10 menit setelah laporan diterima, dengan tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan.
Melalui Minggu Kasih, Polresta Klaten berharap nilai kasih dan kedamaian tidak hanya menjadi pesan dalam perayaan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara kepolisian, keluarga, dan masyarakat diharapkan mampu membangun generasi muda yang berkarakter, menjauhi perkelahian, serta menjadi pembawa damai di lingkungannya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.



